-
George W. Bush dan Sisi Manusianya

Seluruh dunia mengenal George Walker Bush. Bahkan, ia mungkin merupakan salah satu orang yang paling dikenal sekaligus dibenci di dunia. Segala hal mengenai dirinya selalu menjadi kontroversi, mulai dari proses terpilihnya sebagai presiden Amerika Serikat ke-43 sampai dengan perang yang ia mulai di Irak dan Afghanistan sebagai bagian dari programnya, War on Terror, sebuah…
-
Mendamaikan Masa Kini dengan Masa Lalu

Mungkin bukan saya saja yang ketika malam datang dikepung oleh rasa kesepian. Di dalam kesepian itu, seringkali saya hanya mampu tiduran di atas kasur dan memandangi langit-langit kamar. Sementara pandangan saya terpaku pada satu titik, pikiran saya berkelana ke banyak titik di dalam kehidupan saya: masa kecil dulu, cinta pertama yang telah berlalu, dan tentang…
-
Tragedi Charlie Hebdo: Kisah Klasik Kebebasan Berpendapat

“Je suis Charlie!” teriak segala jenis manusia yang berkeliaran di media sosial pada Januari 2015 lalu, ketika layar terang mereka mengabarkan secara real-time bahwa kantor redaksi koran satir Charlie Hebdo di Paris baru saja diserang oleh dua pria bersenjata—teroris Muslim—yang membunuh 12 jiwa dan melukai sebelas jiwa. “Saya adalah Charlie!” Demikian mereka menyerukan dukungan kepada…
-
Mengajak Minum Tuak

“30 tahun kemudian mereka tidak akan bertemu lagi di sini.” Begitu cara Goenawan Mohamad mengakhiri sajaknya, 30 Tahun Kemudian. Meski terasa begitu spontan, kalimat ini tegas. Lengkap dengan titik di akhir kalimatnya. Penutup sajak ini, setidaknya bagi saya, bikin sajaknya jadi padat dan tertutup. Padahal 30 Tahun Kemudian bukan tipe sajak yang keras, ia berupa…
-
Ketimpangan Relasi Manusia dan Alam

Jakarta, 21 Maret 2016, sekelompok massa yang mengatas namakan dirinya FORBALI melakukan demonstrasi yang bertujuan untuk menolak proyek reklamasi di Tanjung Benoa, Bali. Aksi itu muncul karena proyek reklamasi di Teluk Benoa dirasa akan mengganggu pendapatan warga sekitar dan merusak ekosistem yang ada, mengingat Teluk Benoa merupakan daerah konservasi tanaman mangrove di Bali. Aksi semacam…
-
Saya Homo, Saya Bukan Homo

Akhirnya, Mahkamah Agung Amerika Serikat yang dipimpin oleh seorang hakim konservatif mensahkan pernikahan sesama-jenis. Karena hal ini terjadi di Amerika Serikat, efeknya tentu luar biasa: tiba-tiba isu seks dan gender kembali menyeruak di seluruh belahan dunia, terutama yang berkaitan dengan LGBTQ. Isu ini menjadi topik sehari-hari, yang, serupa dengan isu-isu vital berujung politis lainnya, pandangan…
-
Dekadensi di Ruang Filsafat Pancasila

Sudah lama Fakultas Filsafat UGM mengusung Pancasila sebagai kajian utama pembelajaran. Hal ini terlihat jelas dari visi dan misi yang dicanangkan. Sebagai ideologi negara, ada banyak sekali kaum intelektual Indonesia yang mencoba untuk merangkum gagasan yang tercantum dalam Pancasila. Alhasil, perbedaan yang signifikan pun hadir dari tafsiran tersebut. Dari sekian banyak tafsir atas Pancasila, Fakultas…
-
Membayangkan Absennya Lembaga Perwakilan Mahasiswa

Sebagaimana diketahui bersama bahwa sikap penolakan terhadap bentuk lembaga perwakilan mahasiswa dalam rupa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atau Lembaga Mahasiswa (LM) telah mentradisi dan menjadi kultur yang mapan di Fakultas Filsafat UGM. Situasi demikian pula yang menyebabkan mengapa tidak terdapatnya lembaga perwakilan mahasiswa di Fakultas Filsafat beberapa waktu yang lampau. Namun, peristiwa yang mencuat belakangan…
-
Rangda, Si Penculik dari Pulau Dewata

Gemuruh suara beribu penonton meramaikan sekitar panggung pertunjukkan tari barong di Batu Bulan Bali, Sabtu (26/4), nostalgia setengah tahun silam. Gamelan musik khas Bali tetap menjadi penyambut datangnya pengunjung yang hendak menonton pertunjukkan. Masuklah dua orang wanita ke atas panggung dan membawakan tarian khas Bali dilator belakangi suara iringan musik Bali yang sedikit berbeda, guna…