Kategori: Diskursus

  • Syahdunya Cita dalam Gladhi Madya 2017

    Syahdunya Cita dalam Gladhi Madya 2017

    “Manunggaling Cipta, Gumregahing Jiwa”. Tajuk yang bermakna “bersatunya pikiran membuat jiwa bergetar” tersebut seolah menjanjikan pertunjukan yang menggugah indera. Malam itu, Gelanggang Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak dipenuhi teriakan penuh semangat dari mereka yang berlari untuk memperebutkan sebuah bola atau kegiatan yang beratmosfer kompetitif lainnya. Tempat tersebut berhasil disulap menjadi sebuah ruang pertunjukan. Terpasang…

  • Laku-laku Gender dalam Tari Jawa Gaya Yogyakarta

    Laku-laku Gender dalam Tari Jawa Gaya Yogyakarta

    Sebuah tarian mencerminkan budaya dan nilai-nilai yang dikandung oleh masyarakat tempat tarian itu dilahirkan. Setidaknya, inilah yang dapat disimpulkan dari Pentas Ambal Warsa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Jawa Gaya Yogyakarta Universitas Gajah Mada (Swagayugama) yang ke-49. Perhelatan yang digelar pada Sabtu, (06-05) di Balairung Gedung Pusat UGM ini mengambil tema “Sejatining Warna” yang melambangkan…

  • (sedang) Menyulam Bentuknya Sendiri

    (sedang) Menyulam Bentuknya Sendiri

    “Selamat hari Kartini yah, ma!” ucap Sarah sembari mencium kening ibunya sebelum ia terlelap. Udara lembap memberi suasana anyep kota Yogyakarta di malam menjelang akhir pekan ketiga di bulan april tahun ini. Tak terkecuali di Institut Francais Indonesia (IFI) Yogyakarta. Jalan yang basah dan segenang air pada satu kursi taman menandakan petang tadi sempat turun…

  • Stop Ber-literasi!

    Stop Ber-literasi!

    Hendaknya kita sudahi saja semangat yang selama ini digadang-gadangkan dari slogan “membaca adalah melawan”. Lupakan mimpi indahmu untuk melawan jika tak tahu mesti ngapain selanjutnya! Bangsa Indonesia dapat dikatakan belum bisa menunjukan identitas lewat budaya literasinya. Jangankan untuk membudayakan literasi, untuk melek literasi saja belum mampu. Masyarakat Indonesia masih cenderung mengartikan literasi sebagai buku sastra…

  • Mempertanyakan Makna di Balik Kemalingan

    Mempertanyakan Makna di Balik Kemalingan

    Pada hari Senin, 21 Februari 2017, IFI-LIP Yogyakarta tak terlihat tenang seperti biasanya. Pasalnya pada hari itu diadakan sebuah pementasan dari Teater Gadjah Mada dengan berjudul Kemalingan. Pementasan ini ditulis dan disutradarai oleh Pascal Caboet, mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada angkatan 2013. Pentas dimulai pukul 19.50 WIB, lampu menyala tiba-tiba dan penonton dikejutkan dengan seorang…

  • Cahaya Artifisial dan Mereka yang Redup oleh Silaunya

    Cahaya Artifisial dan Mereka yang Redup oleh Silaunya

    Keadaan yang gelap adalah salah satu penghambat manusia untuk beraktivitas. Di dalam keadaan yang gelap, apalagi gelap total, manusia hanya bisa meraba-raba sesuatu di sekitarnya. Oleh karena itu, bagi sebagian orang, kegelapan adalah hal yang menakutkan. Situasi itu membuat kita tidak bisa tahu dengan pasti apa yang kita lihat dan apa yang sedang terjadi. Seorang…

  • Antara Humor dan Eksistensialisme

    Antara Humor dan Eksistensialisme

    Saat ada pertimbangan antara humor dan filsafat, tak jauh dari  bagaimana keduanya saling mengandung ciri satu sama lain. Artinya secara internal keduanya berkorelat. Humor mengandung segi kritis dan imaginatif seperti  sering ditekankan banyak filsuf.  Beberapa filsuf kadang memakai puisi jenaka, lebih mirip pantun untuk menyampaikan argumentasinya. Seperti J.L. Austin saat menyerang teori persepsi melalui judul…

  • Wanita, Manusia Biasa Serba Bisa

    Wanita, Manusia Biasa Serba Bisa

    Saya telah sekian lama mengenal Tagore, tapi tak pernah sekalipun membaca hasil karyanya. Seperti seorang yang memendam rasa kepada seseorang sejak lama, namun tak pernah ada kesempatan untuk berjumpa pun mengungkapkan perasaan. Saya merindu pada karya Tagore sejak duduk di masa-masa awal bangku sekolah menengah atas. Kemudian, sekian waktu berselang, semesta mempertemukan saya dengan Tagore.…

  • Dilema Rahim dan Ovarium

    Dilema Rahim dan Ovarium

    Kekhawatiran luar biasa akan dirasakan kebanyakan  perempuan yang sudah menikah namun belum juga memiliki anak. Tidak hanya rasa khawatir, beberapa perempuan bahkan merasa malu karena belum memiliki anak dan merasa itu merupakan suatu aib. Ternyata, kekhawatiran itu tidak hanya dirasakan oleh si perempuan namun juga dikhawatirkan oleh kedua keluarga mempelai pasangan. Contohnya, ketika dalam jangka…

  • Absurditas Manusia Modern

    Absurditas Manusia Modern

    Manusia pada abad 21 seakan dibutakan dengan kegiatan individunya masing-masing. Mereka sibuk mengejar keinginan dan hasrat yang tak terlampau, menjalankan apa yang ingin dicapainya. Secara tidak sadar, manusia terkonsepsi untuk mengejar apa yang dikehendakinya. Pada konteksnya, manusia hanya mencari apa yang dianggap ideal. Namun, pada saat apa yang mereka harapkan tidak sejalan dengan apa yang…