Kopi Menjamur di Fakultas Filsafat, Siasat Pencarian Profit oleh Dekanat

0
263
(bpmfpijar.com/Anantha Syela)

Rabu (10/10) sekitar pukul 20.00 WIB, muncul mesin kopi otomatis baru dari salah satu merek di selasar Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Bukan kali pertama, mesin kopi otomatis bermerek Jumpstart juga telah diluncurkan pada (24/09) lalu. Mesin kopi ini menjadi objek sorotan baru di semester ini setelah sebelumnya juga terdapat Kafe Archipelago yang diresmikan pada (18/08).

Steve, mahasiswa Fakultas Filsafat angkatan 2021, mengatakan bahwa penempatan mesin kopi baru tersebut kurang tepat, terlebih terdapat dua mesin di satu tempat yang sama. “Pemilihan lokasi vending machine telah menjadi perhatian, terutama karena adanya dua mesin yang ditempatkan di tengah selasar,” ucap Steve. Hastanti Widy Nugroho, Wakil Dekan Fakultas Filsafat Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia mengaku bahwa tidak ada komunikasi tentang pengadaan mesin kopi baru selain Jumpstart dengan pihak fakultas. Menurut Widy, pihak fakultas baru mendapat kabar mengenai mesin tersebut pada hari Kamis (11/10). “Nah, ternyata Adjis yang melakukan kerja sama. Bu Widy hanya Jumpstart.” ujar Widy.

Adjis, manajer Kantin Bonbin, menjelaskan bahwa  kerja sama dengan vendor awalnya muncul karena lonjakan pengunjung Kantin Bonbin. Kemudian, kerja sama tersebut berbuah penyediaan prasarana berupa kursi dan meja. Inisiatif kerja sama inilah yang lebih lanjut memantik munculnya pula mesin otomatis baru. Menurut Adjis, mesin otomatis tersebut  hasil kerja sama antara Kantin Bonbin dengan salah satu vendor. “Rencananya, sistem hasil penjualannya bakal sharing profit dengan Fakultas Filsafat,” ujar Adjis. 

(bpmfpijar.com/Anantha Syela)

Di samping itu, Widy membenarkan bahwa pihak fakultas akan menerima keuntungan dari hasil penjualan mesin kopi tersebut. “Nanti pihak fakultas akan terima 25% keuntungan dari vending machine melewati Adjis, selaku pengelola Bonbin,” ungkap Widy. 

Kendati demikian, Adjis kemudian mengklarifikasi bahwasanya mesin tersebut akan dikembalikan ke vendor. “Waktu mesin otomatisnya sudah turun di selasar, posisinya kami memang belum deal. Lalu, ketika negosiasi, kami ga nemu kesepakatan juga. Jadi nantinya mesin otomatis tersebut  bakal ditarik lagi,” tambah Adjis. 

Di Balik Dinamika Kopi-Kopi Filsafat

Widy menambahkan alasan di balik adanya mesin kopi Jumpstart dan Kafe Archipelago di Fakultas Filsafat. Widy berujar bahwa Anggaran Dana Taktis bersumber dari penghasilan di luar anggaran regular seperti sumbangan alumni dan kerja sama vendor. Namun, menurutnya, dana tersebut sangat terbatas di Fakultas Filsafat. “Terakhir, dana taktis berada di angka 27 juta rupiah, sedangkan di fakultas lain  25 miliar rupiah,” tambah Widy. Menyikapi hal tersebut, Widy dan jajaran dekanat lainnya melakukan kerja sama dengan vendor sebagai salah satu sumber pemenuhan Dana Anggaran Taktis.  

“Bulan Oktober hingga Desember 2022, PT Pos Indonesia menawarkan kerja sama kepada pihak fakultas,” tutur Widy. Menurutnya, PT Pos Indonesia menawarkan kerja sama sebagai bentuk mahasiswa yang tertarik dengan kewirausahaan. Kerja sama tersebut akhirnya menghasilkan Kafe Archipelago yang menurut Widy juga sebagai tempat bagi mahasiswa untuk bersantai sambil “menikmati kopi”. 

Merespons intensi kerja sama PT Pos Indonesia dengan dekanat, Steve berujar, jika tujuan diadakannya Kafe Archipelago untuk mengajari mahasiswa berwirausaha, “Lalu, kalangan mahasiswa yang mana?” Pungkas Steve. Ia ragu, apakah hanya sebagian mahasiswa yang diajarkan tentang wirausaha atau semua mahasiswa diundang untuk berwirausaha?. “Tujuan kerja sama ini perlu dipertanyakan kembali,” tegas Steve.

Selain itu, Steve juga mengeluhkan eksistensi Kafe Archipelago. Menurutnya, keberadaan Kafe Archipelago dapat berdampak positif bagi mahasiswa pecinta kopi. Namun, bagi Steve, dampak positif tersebut akan tidak terasa bagi mahasiswa yang tidak menyukai kopi. “Mungkin, ada mahasiswa yang tidak setuju karena tempat Kafe Archipelago sebenarnya dapat dialokasikan untuk tempat kegiatan lain yang lebih berdampak,” ujar Steve.

Lebih lanjut, Widy kembali mengungkapkan bahwa mesin kopi Jumpstart juga diperkenalkan oleh PT Pos Indonesia. Menurut Widy, tujuannya semata-mata sebagai fasilitas penghasil profit. “Tujuan mesin kopi Jumpstart adalah untuk pemenuhan Dana Anggaran Taktis, yakni pembiayaan tak terduga di luar perencanaan, termasuk tunjangan kesehatan dan keperluan lain dari pegawai kontrak,” tutup Widy.

 

Penulis: Muhamad Elfhan Winata, Syifa Angellina Rahmawati (Magang).
Penyunting: Angelina Tiara Puspitalova, Melvinda Eliana
Fotografrer: Anantha Syela
Illustrator: Anantha Syela

LEAVE A REPLY