Ini Kalau Mati, Bisa Panjang Urusannya

Massa Aksi DPRD DIY melakukan aksi demonstrasi peringatan 2 Tahun Prabowo-Gibran di depan Gedung DPRD DIY, Selasa (20/10) siang. Adapun aksi yang dihadiri berbagai elemen masyarakat tersebut berujung ricuh setelah sekelompok ormas preman membubarkan massa secara paksa pada pukul 21.40 WIB. Berdasarkan kesaksian yang dihimpun Pijar, dalam peristiwa tersebut, sejumlah peserta aksi mengalami tindak kekerasan, mulai dari pemukulan hingga pengeroyokan. Melalui sejumlah video yang beredar, tampak tindak kekerasan terhadap massa aksi dilakukan oleh ormas preman serta aparat kepolisian.

Budi (bukan nama asli), salah seorang korban pengeroyokan, mengaku dikeroyok oleh sekelompok ormas preman saat dirinya tengah melarikan diri ke arah eks parkiran Abu Bakar Ali. Namun, Budi yang saat itu tertinggal dari rombongan justru dikeroyok lebih dari sepuluh orang tak dikenal. Setelah itu, ia diseret dalam keadaan setengah sadar ke dalam Gedung DPRD DIY. “Ini kalau mati, bisa panjang urusannya,” ujar Budi, menirukan perkataan salah seorang aparat kepolisian yang melihat dirinya dalam kondisi setengah sadar. Kepada Pijar, Budi menceritakan bahwa saat ditahan di dalam gedung DPRD DIY bersama sejumlah peserta aksi lainnya, ia dipaksa oleh aparat kepolisian untuk membuka ponselnya. “Mereka yang defensif (enggan memberikan ponsel), dijambak. Orang yang diam juga kena jambak,” ungkap Budi.

Sementara itu, Une, salah seorang saksi di lokasi kejadian, menceritakan bahwa saat itu ia hendak menyelamatkan Budi yang sedang dikeroyok. Namun, Une justru didorong dan menerima ucapan bernada rasis. “Woy, Orang Timur! Kamu ini yang selalu bikin kegaduhan di Yogyakarta,” ujar Une, mengutip perkataan kelompok ormas preman yang menyerangnya.

Dalam kejadian tersebut, tercatat sebanyak 31 orang ditahan oleh aparat kepolisian di dalam gedung DPRD DIY, dan baru dibebaskan sekitar pukul 02.20 WIB, Rabu (21/10). Sejumlah narasumber yang diwawancarai Pijar, termasuk Budi, menyayangkan sikap aparat kepolisian yang melakukan pembiaran ketika massa aksi dikejar, dipukul, dan dikeroyok oleh sekelompok ormas preman.

 

Reporter: Ilham/Fai/Gaby/Qiera
Penulis: Diana Nuraini
Kurator: Najwa Nazailla A.
Artistik: Cindyca Galuh Witama

Terbaru

Terkait

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini