Di Balik Pengeras Suara dan Barisan Massa

0
74
(bpmfpijar.com/Azzumar)
(bpmfpijar.com/Azzumar)

Sabtu (13/6) sore, pertigaan Gejayan kembali dipenuhi suara perlawanan. Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi bersama sebagai respons terhadap melemahnya rupiah, naiknya BBM, militerisme, program MBG yang ugal-ugalan, serta RUU Polri yang kontroversial. Adapun Aliansi Mahasiswa UGM turut bergabung dalam aksi bersama yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut. 

Berdasarkan pantauan PIJAR, massa aksi dari Aliansi Mahasiswa UGM mulai berkumpul sejak pukul 12.30 WIB di sisi timur Masjid Kampus UGM.  Meski demikian, hujan yang tiba-tiba datang memaksa massa aksi mengundur jadwal long march dari pukul 14.00 WIB menjadi pukul 14.56 WIB. Massa aksi dari UGM kemudian melakukan long march dari Masjid Kampus UGM dan tiba di Pertigaan Gejayan di tengah hujan yang masih mengguyur. 

Di tengah guyuran hujan, berbagai tuntutan terus dilayangkan kepada pemerintah. Di atas mimbar yang terletak di pertigaan Gejayan, perwakilan dari berbagai elemen masyarakat serta mahasiswa turut menyuarakan sepuluh tuntutan yang menjadi dasar dari penyelenggaraan aksi tersebut. 

Memasuki pukul 18.00 WIB, massa aksi yang memutuskan bertahan mulai mengokupasi ruas jalan di Pertigaan Gejayan sembari membaur dengan pengendara yang melintas. Terdengar sejumlah seruan mengajak pengendara yang melintas untuk membunyikan klakson sebagai bentuk ekspresi kekecewaan dan kelelahan terhadap kondisi negara. 



Penulis: Diana Nuraini
Fotografer: Noah Tan Yoong Ern
Desainer: Azzumar Rohiansyah
Editor: Agito Yacobson Sitepu

LEAVE A REPLY