Keluarga Mahasiswa (KM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar aksi yang bertajuk “Fisipol Menolak Bungkam” di Taman Pintar Fisipol UGM, Senin (6/15) sore. Aksi ini dilatarbelakangi keresahan mahasiswa Fisipol UGM terhadap kebobrokan rezim Prabowo-Gibran. Kegiatan yang terbuka bagi seluruh sivitas akademika UGM ini terdiri dari tiga agenda utama, yaitu mimbar bebas, teater, dan pembacaan pernyataan sikap.
Di awal, Zaidan selaku pembawa acara, memulai dengan menyoroti sejumlah isu, mulai dari revisi Undang-Undang (UU) TNI dan Polri, pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), hingga pembangun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Tak lupa, ia juga menilik kembali aksi pada Agustus 2025 yang berujung pada tindakan represif oleh negara. “Hingga hari ini, mereka tak belajar atas tindakan dan sikap-sikapnya yang semakin bobrok dan mengkhawatirkan,” jelas Zaidan.
Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan menggelar mimbar bebas yang dibuka bagi seluruh peserta aksi. Suci Lestari Yuana, Dosen Hubungan Internasional UGM selaku perwakilan Serikat Pekerja Universitas Gadjah Mada (Sejagad), mengisi mimbar bebas dengan menyampaikan orasi. “Kalau kita memilih bungkam, tidak bersuara dan tidak menjaga momentum, bisa saja dalam waktu dekat MBG masuk ke kampus,” kata Suci. Lebih jauh, ia menyoroti bahwa kesempatan untuk berbicara di mimbar adalah sebuah kemewahan berdemokrasi, yang menjadi tidak berlaku jika UGM terlibat dengan program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
Dalam agenda utama, KM Fisipol UGM juga menampilkan seni teater yang menghadirkan empat aktor yang berperan sebagai Presiden Prabowo Subianto, tentara, polisi, dan warga sipil. Dalam pertunjukan tersebut, tampak pemeran warga sipil memperlihatkan beberapa bentuk aspirasi dan kemarahannya dengan orasi. Tak berhenti di situ, terdapat juga gerakan simbolis seperti menyiramkan BBM jenis Pertamax, serta mencekokkan sesajen di dalam ompreng ke pemeran Presiden Prabowo Subianto dan dua aparatur.
Saat diwawancarai, Bima (bukan nama sebenarnya), mahasiswa Fisipol UGM, mengatakan bahwa masyarakat tidak cukup hanya berdoa di tengah kondisi negara saat ini. “Setelah berdoa, jika kamu punya kesempatan untuk keluar, keluar dan suarakanlah! Jangan bungkam!,” tegasnya. Sementara itu, peserta aksi lainnya, Rama (bukan nama sebenarnya) berharap para pemangku kebijakan dapat mendengar aspirasi masyarakat, baik di tingkat legislatif maupun eksekutif. Ia berharap suara yang berasal dari seluruh lapisan masyarakat kelas bawah alias kalangan akar rumput dapat memperoleh respons yang memadai.
Panggung aksi ini mendapatkan respons dari beberapa audiens, termasuk Kusuma Wibawa, salah satu mahasiswa Fisipol UGM. Wibawa mengaku terkesan atas jalannya aksi, terkhusus pada penampilan teater yang dinilainya berhasil membawakan aspirasi politik dengan baik. Ia berharap pesan yang disampaikan dalam aksi tersebut dapat menjangkau masyarakat luas. “Jangan apatis! Kita udah lagi nggak baik-baik saja. Mungkin kalian nggak merasakannya, tapi masyarakat kita ngerasain,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kusuma Wibawa, salah satu mahasiswa Fisipol UGM, menyebut bahwa aksi teatrikal yang ditampilkan berhasil membawa aspirasi politik dengan baik. Ia ingin agar pesan yang disampaikan dalam aksi tersebut dapat menjangkau masyarakat luas. “Jangan apatis! Kita lagi nggak baik-baik saja,” tegasnya. Ia juga berharap suara yang disampaikan dalam aksi ini dapat terdengar oleh pemerintah.
Akhir kegiatan ini ditutup dengan pernyataan sikap dan sejumlah tuntutan oleh KM Fisipol UGM, di antaranya mendesak pembatalan UU TNI dan UU Polri serta penegakan supremasi sipil secara penuh. Selain itu, KM Fisipol UGM juga menuntut penurunan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), penghentian program MBG dan KDMP, penguatan nilai tukar rupiah, perbaikan pola komunikasi antara negara dan warga negara, serta mendesak UGM untuk segera mengambil sikap resminya.
Penulis: Joan Jasmine Anggit N K, Ni Komang Triana Febriyanti
Editor: Aqsa Syakira
Fotografer: Aurellia Zamir
Artistik: Vaeroes Emel H. M.















