Buruh Bersatu, Tak Bisa Dikalahkan!

0
57
(bpmfpijar.com/Sultan/Randi)

Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mei Melawan (AMEL) dan Gerakan Nasional Pendidikan (GNP) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD DIY pada Jumat (1/5) siang dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional. Dalam aksi tersebut, massa aksi mengangkat berbagai persoalan ketenagakerjaan dan pendidikan yang dinilai masih belum berpihak bagi masyarakat. 

Berdasarkan pantauan PIJAR, massa aksi yang terdiri atas berbagai elemen masyarakat mulai memadati halaman depan Gedung DPRD sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka membawa selebaran dan spanduk berisi berbagai tuntutan, mulai dari persoalan upah layak bagi buruh hingga kritik terhadap komersialisasi pendidikan. 

Di depan gerbang DPRD DIY, massa aksi tampak membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan “Hidup Buruh”, “Naikkan Upah Buruh”, hingga “Republik Otoriter”. Di sela-sela aksi, massa juga menyanyikan lagu “Buruh Tani” sebagai simbol solidaritas dan kritik terhadap kondisi ketenagakerjaan dan ketimpangan yang dinilai masih dialami oleh kelas pekerja hingga saat ini. 

Tak lupa, keterlibatan perempuan dalam aksi tersebut turut menyoroti persoalan yang dihadapi pekerja perempuan, terutama di sektor publik. Massa menilai perhatian negara maupun perusahaan terhadap hak dan kesejahteraan pekerja perempuan masih minim, sementara perempuan kerap menghadapi beban ganda sebagai pekerja sekaligus pengurus rumah tangga. 

 

Penulis: Anak Agung Gede Ngurah
Desainer: Randi Noor Pamungkas 
Fotografer: Sultan M. Badruzzaman
Editor: Agito Yacobson Sitepu

LEAVE A REPLY