Maju Kena, Mundur Kena

0
247
(bpmfpijar.com/Tere)
(bpmfpijar.com/Tere)

Ratusan mahasiswa dan masyarakat sipil yang tergabung dalam barisan massa aksi menggelar demonstrasi di depan Mapolda DIY, Selasa (24/2) malam. Aksi tersebut dipicu oleh akumulasi kasus kekerasan yang dilakukan oleh aparat terhadap warga sipil, terlebih setelah tragedi kematian seorang pelajar akibat dianiaya oleh anggota Brimob di Kota Tual, Maluku, Kamis (19/2). Lebih jauh, peristiwa kematian Affan Kurniawan yang dilindas oleh mobil rantis pada Agustus 2025 silam juga tak kunjung membuat Institusi Polri berbenah. Justru, rentetan kekerasan yang dilakukan oleh aparat terhadap warga sipil kian hari semakin bertambah.

Massa aksi mulai memadati gerbang depan bagian timur Mapolda DIY pada pukul 18.20 WIB. Terlihat kawat berduri telah berjejer rapi, mobil gas air mata disiagakan, lampu sorot berdiri gagah, dan barisan personel aparat berjaga dengan atribut lengkap. 

Terdengar seruan dari massa aksi yang meminta anggota polisi untuk menemui mereka. Di samping itu, tampak sejumlah massa yang juga melayangkan protes dengan mencoret tembok di sekitar lokasi aksi. Pada pukul 18.42 WIB, gerbang depan bagian timur Mapolda DIY roboh—memberi kesempatan bagi massa aksi merangsek masuk dan beradu mulut dengan aparat. Lebih lanjut, poster-poster kritik turut diangkat dan diarahkan ke wajah aparat. 

Setelah sejumlah aparat tertimpa robohan pagar yang didorong oleh massa aksi, barisan aparat yang berjaga segera bergerak maju dan mengejar massa. Bersamaan dengan itu, terdengar ledakan petasan di lokasi aksi. Tak lama kemudian, tampak kelompok massa tandingan keluar dari gang di sisi timur Mapolda DIY. Massa tandingan yang diduga merupakan bagian dari organisasi masyarakat (ormas) di Yogyakarta terlihat membawa stik kayu, tongkat, hingga senjata tajam. 

Barisan massa aksi tercerai-berai ke jalan di sisi barat untuk menjauh dari kejaran massa tandingan. Namun situasi tak berhenti di situ. Pada pukul 20.14 WIB, massa tandingan susulan kemudian datang dari arah barat, sehingga membuat massa aksi yang belum selesai mundur kian terdesak dan terkepung.

Barisan massa aksi akhirnya mundur total setelah massa tandingan mengancam bahkan mengayunkan stik kayu ke arah massa. Pada pukul 20.30 WIB, aksi demonstrasi di Mapolda DIY pun berakhir di tengah hujan yang mulai membasahi lokasi aksi. 

 

Penulis: Mirelle Valeska Wattimena
Fotografer: Mega Theresia Narwadan
Editor: Agito Yacobson Sitepu 

LEAVE A REPLY