Pesta Rakyat UGM

0
938
Sumber: www.cnnindonesia.com

Senin (2/5), ribuan mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa UGM mulai memadati Gedung Rektorat Balairung UGM. Mereka datang dengan tiga tuntutan pokok, yaitu kenaikan Uang kuliah Tunggal (UKT) dan pembayaran uang pangkal bagi jalur mandiri, pelunasan tunjangan kerja bagi tenaga didik, dan relokasi Kantin Humaniora (Bonbin).

Demonstrasi bertajuk Pesta Rakyat UGM ini dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan malam hari. Namun, Rektor UGM, Dwikorita Karnawati baru memberikan tanggapannya pada sore hari. “Saya sangat kecewa dengan sikap ibu rektor yang lamban memberikan tanggapan, beliau bahkan rela membiarkan anak-anaknya menunggu lama dan berpanas-panasan,” tutur Pamungkas, salah satu peserta demonstrasi.

Selain itu, mahasiswa juga dikecewakan oleh pernyataan Dwikorita sehari sebelum aksi ini digelar. Dia menjelaskan bahwa aksi ini hanyalah sebuah simulasi gladi demonstrasi. Hal ini disebutnya sebagai bagian dari menyiapkan kehidupan demokrasi untuk membangun negeri. Massa aksi kemudian memberi respon dan menolak keras akan stetment ini. “Aksi kami bukan simulasi, rektor pembohong!” teriak mahasiswa selama demo berlangsung.

“Aksi berlangsung cukup baik,” ujar Ridwan, mahasiswa dari klaster saintek. Namun, ada sedikit insiden di mana sempat terjadi proses kejar-kejaran antara Rektor dan mahasiswa. Rektor Dwikorita sempat meninggalkan lokasi aksi ketika ditanyakan perihal pernyataan beliau tentang aksi hari ini. Kejadian ini memancing insiden kejar-kejaran.

Pada akhirnya Dwikorita memberikan tanggapan mengenai pernyataan tersebut usai dikerumini oleh mahasiswa. “Kejadian latihan hari ini bisa dijadikan pembelajaran untuk kita semua; untuk adik-adik mahasiswa, untuk saya, dan bahkan juga untuk para petugas SKKK. Kita harus saling memaafkan dalam hal ini, kita harus saling berdamai dengan diri kita mesing-masing.”

Dari hasil tanggapan tersebut mahasiswa belum belum merasa terpuaskan, dan menganggap klise jawaban yang diberikan Dwikorita. Dan akhirnya, proses kejar-kejaran terjadi lagi sampai saat petugas keamanan kampus mengevakuasi Rektor ke ruangannya. (Endang/Jofie)

 

LEAVE A REPLY