Sumber: Dokumen Pribadi Aulia Dhona Effendy

Aulia Dhona Effendy, Mahasiswa Fakultas Filsafat UGM, menjadi bagian dari tim Underwater Hockey (selanjutnya ditulis hoki bawah air) yang mewakili Indonesia dalam gelaran SEA Games 2019 di Filipina. Pertandingan akan dilangsungkan di Vermosa Sports Hub, Imus, Cavite pada tanggal 2-5 Desember 2019.

Pertemuan pertama Dhona dengan hoki bawah air berlangsung saat Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada bulan April hingga Mei. “Di Kejurnas aku kelihatan unggul karena daya tahan tubuh dan cepat memahami permainan,” ujar Dhona melalui wawancara yang dilakukan via pesan singkat. Sebelum olahraga ini, Dhona sudah sejak lama menggeluti olahraga renang indah sehingga mampu memiliki daya tahan napas dan kepiawaian gerak saat melakukan renang.

Berkat penampilan apik di Kejurnas, Dhona mendapat panggilan dari tim nasional untuk menjalani try out di Singapura. Pelatih berpengalaman dari Australia, Amar Sarmiento, memimpin tim berlatih tanding dengan menghadapi Malaysia dan Singapura. Dhona mendapatkan kepastian masuk dalam tim nasional pada akhir Agustus. Pada Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) yang dari September, di Hotel Atlet Century, ia mulai berlatih sebagai forward yang berfungsi untuk tumpuan tim dalam mencetak angka.  

“Hentakan kakiku cukup lambat, jadi lebih sedikit dorongan,” ujar Dhona. Pada mulanya, ia menggunakan fins yang berat, akan tetapi posisi forward membutuhkan kecepatan dan banyak gerak, sehingga ia beralih ke fins yang lebih ringan.

Pelatnas tidak berjalan mulus bagi Dhona, ia sempat mengalami cedera tendon pada bahu kanan. “Aku mendapat cedera ini saat berlatih gerakan flicken di luar waktu latihan normal,” tambahnya. Flicken merupakan teknik hoki bawah air untuk menggocek lawan dengan melayangkan puck di atas badan musuh.

“Tangan kanan dan dua kaki sangat berpengaruh dalam permainan ini (hoki bawah air),” ujar Dhona mengomentari cedera bahunya. Keadaan tersebut mengakibatkan ia mesti absen latihan selama 3 minggu untuk pemulihan di rumah sakit. Saat berita ini ditulis, Dhona sudah pulih dan berada di Filipina, siap bermain dan mencetak angka untuk Indonesia.

Filipina (tuan rumah), Indonesia, Singapura, dan Malaysia akan memperebutkan total empat medali emas di Cabor Anyar dalam gelaran dwi-tahunan ini. Kompetisi, baik putri maupun putra, melangsungkan nomor 4×4 dan 6×6.

Dilansir dari Antara, Mayjend TNI Marinir (Purn) Buyung Lalana, ketua Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI) menargetkan satu medali emas kepada para atlet putri-putra tim nasional.

Senada dengan Ketua PB POSSI, Dhona beserta kawan-kawan akan berusaha meraih emas. “Hanya saja, baik putri maupun putra, ada dua lawan sulit, Filipina dan Singapura,” tukas Dhona saat disinggung perihal target medali emas. Kedua tim itu lebih berpengalaman, terlebih Filipina yang bermain di rumah sendiri.

Dilansir dari Kompas, tim hoki bawah air Indonesia memiliki beberapa prestasi yang cukup mumpuni di turnamen tunggal internasional, di antaranya juara ke-3 divisi B putra Asia Underwater Hockey Championship pada tahun 2015, tim putra dan putri berada di urutan ke-4 pada Asia Underwater Hockey Championship tahun 2017, dan tim putra dan putri Underwater Hockey Indonesia berada di urutan ke-2 dalam Singapore Exchange 2019.

Hoki bawah air sendiri ditemukan di tahun 50-an oleh angkatan laut Inggris, untuk menjaga kebugaran tubuh dan melatih kecermatan. Dikenal juga dengan nama Octopush, olahraga ini memadukan hoki es dan selam. Pemain mesti mencetak gol dengan puck seberat dua kilo sembari menahan napas di dalam air. Pemain dibekali dengan stik kayu, fins, pelindung wajah, pelindung telinga, snorkels, dan flipper, bermain dalam dua babak (2×15 menit) total selama 30 menit

Dhona, di akhir wawancara meminta doa dan dukungan masyarakat untuk mengibarkan bendera Indonesia di atas podium. Saat berita ini ditulis, pertandingan hoki bawah air tengah berlangsung pada babak round robin di nomor 4×4 putri dan putra. (Pramodana/Sherin)

LEAVE A REPLY