Foto: PKKH UGM

Forum Umar Kayam PKKH UGM menggelar diskusi bertema Budaya Pop x Aktivisme pada Selasa (27/02). Pembicara dalam forum ini adalah Rudolf Dethu, seorang penulis, manajer band, dan aktivis yang saat ini sedang terlibat dalam Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBali). Diskusi yang berlangsung di Ruang Bonang PKKH ini dimoderatori oleh Irfan R. Drajat, alumnus Program Pascasarjana Kajian Budaya dan Media UGM, juga pegiat LARAS (Studies of Music in Society).

Rudolf mengatakan peran anak muda sangat besar dalam suatu pergerakan di Indonesia. Ia mencontohkan dengan aksi kumpulan mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR RI yang berhasil membuat rezim Soeharto runtuh. Juga dalam gerakan ForBali yang tidak luput dari peran anak muda yang memberikan ide dan memiliki kekuatan untuk menyatukan masa.

Rudolf menjelaskan dalam gerakan ForBali campur tangan budaya pop sangat berpengaruh dalam mengumpulkan dan menggerakkan masa. Penampilan band-band yang dianggap berpengaruh dan para personil band yang ikut turun ke jalan meramaikan aksi ForBali mempunyai daya tarik tersendiri. Rakyat jadi ikut bergabung dan menambah masa untuk melawan pembangunan yang sedang berlangsung.

Gerakan serupa yang memiliki pengaruh budaya pop adalah ketika rakyat Bali menentang UU yang membahas tentang pornografi. Gerombolan anak muda yang awalnya ikut-ikutan dan hanya ingin dekat dengan personil band idolanya, lama-lama akan sadar posisinya seiring keterlibatannya dalam aksi yang sedang berlangsung. “Orang-orang yang disebut fake ini lama-lama akan mempertanggungjawabkan posisinya dan turut terlibat penuh terhadap aksinya,” ujar Rudolf.

Rudolf menambahkan pengaruh lainnya dalam budaya pop adalah atribut. Seperti penggunaan kaos bertema gerakan aktivisme yang dipakai oleh figur yang dianggap berpengaruh. Juga sebaran poster ajakan di jejaring sosial dan jalanan.

Sebagai penutup, Irfan menyampaikan di Yogayakarta masih ada persoalan yang sama dengan kasus yang terjadi di Bali. Maka dari itu ia mengajak audiens untuk merefleksikan apa yang sedang terjadi di tanah terdekat.(Alfin/Rananda)

LEAVE A REPLY